cool hit counter

PWM Kalimantan Selatan - Persyarikatan Muhammadiyah

 PWM Kalimantan Selatan
.: Home > Berita > Islam Agama Pro Orang Miskin, Tetapi Sekaligus Juga Anti Kemiskinan

Homepage

Islam Agama Pro Orang Miskin, Tetapi Sekaligus Juga Anti Kemiskinan

Minggu, 05-08-2012
Dibaca: 1723

 

Yogyakarta- Surat Al Ma’un jelas mengajarkan umat Islam untuk selalu pro terhadap orang miskin, bahkan dengan bahasa yang sangat keras sebagai pendusta Agama, tetapi pada sisi lain tidak ada satu pun ayat dalam Al Qur’an yang mengajarkan mengenai bagaimana menerima zakat. Ini menandakan bahwa Islam adalah agama yang sangat membela hak kaum miskin dan mustad’afin, tetapi pada sisi lain, Islam tidak akan membiarkan kaum mustad’afin tersebut terperangkap dalam kemiskinannya atau lebih mudah disebut sebagai anti kemiskinan.

 

Demikian disampaikan penasehat Pimpinan Pusat Muhammadiyah Ahmad Syafii Maarif dalam acara Pengajian Ramadhan yang diselenggarakan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) DIY di aula kampus 3 Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Yogyakarta, Sabtu (05/07/2012). Syafii Maarif mengungkapkan, Islam jelas tidak bisa dilepaskan dengan hal yang bersifat keadilan sosial, karena antara tauhid dan keadilan sosial merupakan dua sisi mata uang yang tidak bisa dipisahkan. Dalam Al Qur’an surat Al Ankabuut ayat 61 disebutkan : “Dan jika engkau tanyakan kepada mereka tentang siapa yang menciptakan langit dan bumi dan memudahkan [perjalanan] matahari dan bulan?” Niscaya mereka menjawab: “Allah” Maka mengapa mereka dipalingkan [dari jalan yang benar]?”. Dari ayat tersebut Syafii Maarif  mengungkapkan, kepercayaan kepada Allah pada tingkat ini tidak ada sangkut-pautnya dengan masalah keadilan. “Mungkin dapat dikatakan bahwa tauhid mereka adalah tauhid yang tidak punya implikasi soaial dalam bentuk apa pun. Adapun tauhid yang diajarkan Muhammad adalah tauhid yang ingin merobohkan pilar-pilar kezaliman, perbudakan, kepongahan, dan penghisapan manusia atas manusia,” ungkap Syafii dalam materinya.

 

Sementara itu dalam kesempatan yang sama, ketua Majelis Pemberdayaan Masyarakat PP Muhammadiyah Said Tuhuleley mengungkapkan, Qur’an jelas menerangkan bahwa Allah tidak main-main dalam membela kaum Mustad’afin, karena sebutan pendusta Agama dalam surat Al Ma’un merupakan pernyataan yang keras, bahkan ditambah celakalah orang yang Sholat dan enggan memberikan bantuan orang miskin. Menurut Said Tuhuleley apa yang diungkapkan di Surat Al Ma’un tersebut tidak sebatas pada pelaku individu tetapi juga pada tingkatan negara, karena kebijakan pemerintah yang pada akhirnya lalai terhadap kaum minoritas dan juga masyarakat miskin juga tidak jauh berbeda dengan seorang pendusta agama. “Pada akhirnya seseorang yang juga hanya berdiam diri terhadap kebijakan yang tidak pro terhadap rakyat miskin dan cenderung membiarkan adalah termasuk juga sebagai pendusta agama,” tegasnya. 


Tags: muhammadiyah, pwm, diy, mustadafin, miskin, kemiskinan, syafii maarif, pemberdayaan, said tuhuleley
facebook twitter delicious digg print pdf doc Kategori: pimpinan wilayah muhammadiyah DIY



Arsip Berita

Berita

Agenda

Pengumuman

Link Website